Friday, 27 March 2015

VIHARA KWAN IM - LOJI, SUKABUMI

      I want to tell you about  Kwan Im Temple in Loji, near to Pelabuhan Ratu, Sukabumi. It is approximately 25 km to Pelabuhan Ratu beach and 80 km from Sukabumi.
         The temple has another name Vihara { temple } Loji. The owner of  sthe temple is an old woman from Thailand, Anotahi Kamonwathin or Mama{Ma'am}Airin. One day, she dreamed that she must build a vihara/ temple on the bank of Pelabuhan Ratu beach. The temple in her dream looks like a temple in Qing Dynasty. Finally, the temple was finished on August 8th, 2000. 
        When we entered the gate, we can see dragon with seven heads with its long tail along the stairs. The gate is carved in golden with Thai style.The stairs consist of 500 stairs, and we can see Earth God and Julai Buddha in every step. More higher and higher we stepped up....we can see so many kinds of Goddes and God. The main altar is Sun Go Khong and the Master. So beautiful view of blue ocean of PElabuhan Ratu beach can be seen from this altar. It's so thrilled....
       I think there are some differences statues here, there are Nyi Roro Kidul { The Queen of South Beach}, Prabu Siliwangi and Thai Queen. The most special place is Nyi Roro Kidul altar. And it is so unique because inside it there is also a corner of Wali Songo's corner. This place is for people who want to pray and ask something in their lives { why don't they ask to God? }, furthermore, there is a picture of President Soekarno beside the green of Nyi Roro Kidul.The color of her, because she is connected with green. What is the connection between King and Queen of Thai with Nyi Roro Kidul?. Mama {Mother} Airin believes that Nyi Roro Kidul is the daughter of King and Queen of Thai.
        This temple is also visited not only by people surrounding it but also from out of Sukabumi.Unfortunately, the way to reach the temple is not really good. I hope the government in charge can provide good accommodation and it is also can be major income for the tourism in Indonesia.





Monday, 23 March 2015

KEJUJURAN - PKBN2K { PENDIDIKAN BERBASIS NILAI-NILAI KRISTIANI} BPK PENABUR

   Saat ini sulit untuk menemukan seseorang yang dapat diandalkan karena kejujurannya. Utamanya, orang-orang yang tinggal di kota besar, sejak kecil sudah diajarkan untuk bersikap waspada terhadap setiap orang di sekelilingnya. Memand ada begitu banyak kasus penipuan dan kejahatan yang terjadi tanpa disangka-sangka. Orang yang dikira baik ternyata adalah orang yang jahat. Orang yang dengan simpatik menawarkan segelas air minum ternyata sedang bermaksud jahat. Orang yang menawarkan diri untuk membawakan tas dan belanjaan ternyata sedang berusaha merampok. Kita seakan-akan kehilangan alasan untuk mempercayai orang lain dalam hal apapun.
     Memang sulit untuk mengetahui apakah seseorang berkata benar atau tidak. Bahkan dalam  proses Pengadilan sekalipun, sulit membedakan apakah kesaksisan seseorang itu benar atau tidak. Hanya dengan alat bukti yang kuat, barulah kita mempercayai kesaksian yang diberikan seseorang.
    Perilaku atau kebiasaan untuk berkata benar berakar pada nilai KEJUJURAN. KEJUJURAN ini adalah karakter yang melekat dalam hati seseorang. Karena itu, sulit untuk mengetahui sepenuhnya apakah seseorang jujur atau tidak.
    Kejujuran yang sejati tidak dapat dipisahkan dari ketulusan. Orang yang dengan sengaja berkata jujur demi mencelakakan orang lain tidak dapat disebut sebagai orang yang jujur.  Orang yang jujur adalah orang yang mau berterus terang demi menegakkan kebaikan ke depan. Pilihan untuk berkata benar ada pada diri kita sendiri. Perilaku atau kebiasaan ini tidak lahir begitu saja. Perilaku atau kebiasaan ini tidak lahir begitu saja. Dibutuhkan latihan yang terus  menerus untuk memiliki integritas dan keberanian, sehingga kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun, kita dapat terus memilih untuk berkata benar benar dan siap dengan segala konsekuensi yang mengikutinya. 
{ Sumber : Modul Guru PKBN2K BPK PENABUR. Jakarta. (2013) }  


Pendidikan dan Kurikulum 2013

Dunia pendidkan Indonesia sekarang masih dalam tahap peralihan. Pada awalnya kami para pengajar dan pendidik dipersiapkan dengan Kurikulum 2013, yang memuat pendidikan karakter baik secara vertikal maupun horisontal. Komposisi penilaian sikap pun dirancang sebaik mungkin dan " sejelemit" mungkin juga. Belum lagi penilaian aspek keterampilan, para guru harus menambah waktu untuk menilai hasil karya anak melalui aspek keterampilan. Secara teknis di lapangan , saya sebagai seorang pendidik merasa sudah mampu sedikit beradaptasi dengan perubahan kurikulum ini, namun di tengah perjalanan menapaki dan beradaptasi dengan KURTILAS { Kurikulum 2013} kami harus berhadapan dengan kebijakan Menteri  yang baru. Kami diperbolehkan kembali menerapkan Kurikulum 2006/ KTSP. 
Pada awalnya sich saya merasa bangga, negara telah merancangkan pendidikan karakter sejak dini di dalam sistim pendidikan Nasional, namun kalau begini jadinya lebih baik pendidikan karakter itu diterapkan dahulu untuk mereka yang memberi kebijakan pendidikan. Sehingga kami yang berada di lapangan tidak disimpang siurkan oleh hasil kebijakan mereka.